Home / Motogp / Alasan Tak Bermain Maksimal Waktu Di Jepang

Alasan Tak Bermain Maksimal Waktu Di Jepang

Alasan Tak Bermain Maksimal Waktu Di Jepang – Pembalap MotoGP Valentino Rossi menuturkan dua alasan mengapa dirinya terpaksa menggunakan ban kompon kering saat laksanakan latihan bebas ke-4 di Sirkuit Twin Ring Motegi, Sabtu (14/10) kemarin. Pertama, ia memahami apabila ia terpaksa berjuang untuk melalui genangan air sampai The Doctor kembali ke pit untuk kerjakan skenario lain.

Tetapi saat berada pada pit ada banyak bisikan yang sebutkan pada Rossi apabila pemanfaatan ban kompon kering bisa mengubah hasil. Namun sejujurnya juara dunia tujuh kali MotoGP jadi alami susah untuk menaklukan track sepanjang 4, 8 km, terlebih dulu selanjutnya ia terjatuh di tikungan ke-8.

Menyebabkan kuda besi YZR-M1 yang ditungganginya alami rusaknya kritis. ” Saya bikin pilihan itu karna dua alasan. Pertama yakni setelah FP4, saya memahami apabila saya begitu berjuang dengan sedikit air di aspal. Ke-2, semua sebutkan itu yakni langkah yang bisa berhasil. Tetapi, di beberapa titik trek tetap masih begitu basah. Suhu ban turun dan tidak ada langkah untuk mendapatkannya kembali. Saya memutuskan untuk ambillah dampak dan saya bisa simak beberapa track kering, tetapi itu kurang, ” jelas Rossi seperti di ambil dari GPOne.

” Nampaknya aspal sudah hampir jadi kering, tetapi begitu dingin dan bahkan setelah 1/2 jam jalurnya tetap masih basah. Ini seperti seekor anjing yang mengejar ekornya. Apabila Anda pergi lebih lambat dengan ban slicks, jadi ban akan mudah mendingin dan tidak bekerja. Marquez cobalah juga dan hal yang sama menimpanya. Itu pilihan yang salah, ” sambung Rossi.

Rossi akan mulai balapan seri 15 MotoGP dari tempat ke-12. Hadapi balapan dengan kondisi cuaca hujan di Sirkuit Twin Ring Motegi, yang mempunyai nomor 46 mengaku cuman mengupayakan untuk tetaplah tenang.

” Perlombaan basah. Dalam kondisi sama seperti itu saya bisa kompetitif. Saya fikir taktik yang serasi akan tetaplah tenang dan mencari tahu kondisi apa yang butuh kami hadapi, ” ucap Rossi.

About editor