Home / Berita Umum / Tiga Orang Penyalur TKI Ilegal di Subang Diamankan

Tiga Orang Penyalur TKI Ilegal di Subang Diamankan

Tiga Orang Penyalur TKI Ilegal di Subang Diamankan – Polisi menangkap sindikat penyalur tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Subang. Persekutuan sejumlah tiga orang ini memberangkatkan salah seseorang penduduk Subang lewat cara ilegal yang berakhir kematian.

Ke-3 orang yang diamankan terdiri dua wanita, inisial AN (44) serta SR (53), serta satu pria, AM (50). Mereka diamankan baru saja ini.

” Ada tiga orang yang kita amankan. Mereka ini sponsor yang memberangkatkan calon TKI ke Malaysia tiada mekanisme yang pasti, ” kata Kapolres Subang AKBP M Joni.

Pengungkapan itu bermula dari wafatnya salah satunya TKI asal Subang bernama Heriah (40). Penduduk Desa Kediri, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, itu wafat karena sakit pada 29 Juli 2018.

Kematian Heriah mengakibatkan isyarat bertanya. Polres Subang selanjutnya membuat team untuk menyelidiki masalah itu. Hasil penyelidikan, Heriah didapati pergi ke Malaysia jadi TKI tiada mekanisme yang pasti alias ilegal.

Joni memaparkan pada Maret 2018 terus, Heriah mengungkapkan kemauannya untuk bekerja di Malaysia terhadap AN dengan argumen ekonomi. Heriah mengetahui AN yang memang pernah memberangkatkan calon TKI ke Malaysia.

AN menyanggupi hasrat dari Heriah. Dia langsung mengontak kawannya SR yang tinggal di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. SR didapati adalah agen yang acapkali memberangkatkan calon TKI ke Malaysia.

” Selanjutnya SR ini memerintah AN menghubungi rekanannya AM untuk membawa korban ke Tanjung Pinang. AM serta AN sama sama berkomunikasi serta kedua-duanya setuju berjumpa di Bandara Soekarno Hatta, termasuk juga dengan korban, ” ujar Joni.

Singkat kata, Heriah bersama dengan AM terbang ke Pangkal Pinang memanfaatkan pesawat yang dibiayai oleh SR. Heriah terus ditampung dalam rumah SR saat empat hari untuk pembuatan paspor ke Malaysia.

” SR selanjutnya memberi uang keuntungan terhadap AN karena udah mengambil calon TKI. AN dikasih uang sebesar 5 juta (rupiah) yang selanjutnya diberikan ke AM sebesar 500 ribu (rupiah), ” katanya.

Pada 29 Maret 2018, Heriah selanjutnya pergi ke Malaysia melalui jalan laut memanfaatkan kapal feri. Sampai disana, SR terus memberi Heriah terhadap majikannya. Di waktu bertepatan, SR memperoleh uang dari majikan korban sebesar 4. 000 ringgit Malaysia atau Rp 13 juta.

” Korban ada ke Malaysia memanfaatkan paspor bepergian atau wisata, ” kata Joni.

Heriah lantas mulai bekerja. Tapi pada 28 Juli 2018 Heriah dinyatakan wafat di Malaysia. ” Korban wafat karena sakit asma, ” katanya.

About admin